Berita

Penguatan dan Expose Hasil Evaluasi SPIP OPD

Kamis Legi, 13 September 2018 11:27 WIB 308

foto
Expose Hasil Evaluasi SPIP oleh Nur Zubaidah, SH, M.Si

Rabu (12/9) bertempat di Aula, Inspektorat Daerah Kabupaten Bantul menyelenggarakan kegiatan Penguatan dan Expose Hasil Evaluasi Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP) dengan narasumber Sutanta, S.Sos dan Nur Zubaidah, SH, M.Si (Sekretaris dan Kasubbag Umum dan Kepegawaian Irda Kabupaten Bantul). Peserta meliputi perwakilan Eselon III dan Eselon IV dari Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP), Dinas Pariwisata, Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A), Dinas Koperasi, dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) serta Tim Evaluator SPIP OPD.

Acara dibuka oleh Sutanta, S.Sos yang menyatakan bahwa agenda hari ini adalah rangkaian dari kegiatan Evaluasi SPIP terhadap 6 OPD yang telah dilaksanakan beberapa minggu yang lalu. “Dengan expose ini diharapkan OPD akan mengetahui bagaimana pelaksanaan SPIP di masing – masing OPD,” jelas Sutanta, S.Sos. Selain itu OPD juga mengetahui apa yang sudah dilaksanakan dan keemahan apa yang perlu ditindaklanjuti.

Expose diawali dengan overview SPIP yang menekankan bahwa SPIP merupakan tanggungjawab dari seluruh stakeholder OPD serta pelaksanaan SPIP adalah menyeluruh dan melekat di tiap program dan kegiatan. Dokumen SPIP bukan merupakan dokumen tersendiri dan melekat dalam dokumen pelaksanaan program/kegiatan. Kondisi saat ini masih terdapat OPD yang belum melaksanakan penilaian risiko terhadap kegiatan pokok pendukung IKU OPD. Untuk kedepan diharapkan seluruh OPD terutama yang hadir dalam expose ini segera menindaklanjuti dengan proses penilaian risiko di masing – masing OPD. Inspektorat siap mendampingi jika OPD menemukan kendala dalam pelaksanaan penilaian risiko.

Disampaikan oleh Nur Zubaidah, SH, M.Si dan Tim Evaluator SPIP OPD bahwa mayoritas kelemahan SPIP antara lain :

  1. Lingkungan pengendalian (penegakan integritas dan etika, pemberian reward/punisment)
  2. Pelaksanaan manajemen risiko (penilaian risiko) belum dilaksanakan secara optimal
  3. RTP atas kegiatan penilaian risiko belum disusun
  4. Pelaksanaan pemantauan berkelanjutan belum optimal
  5. Lemahnya aktivitas pengendalian terhadap OPD penghasil PAD
  6. Lemahnya aktivitas pengendalian pengamanan aset
  7. Lemahnya Pengendalian dalam upaya peningkatan kapasitas SDM dan penyajian data kualitas SDM
  8. Peran Satgas SPIP OPD dalam penyelenggaraan SPIP belum optimal.